Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 April 2012

0 Ada Apa dengan Gula?


Akhir-akhir ini kita sering menemui iklan berbagai produk yang mengklaim “bebas gula”, “tanpa gula” atau “rendah gula”. Memangnya, ada apa dengan gula?
gula pasir

Jenis-jenis gula

Ada banyak jenis gula, meskipun semuanya memiliki rasa manis. Jenis utamanya adalah fruktosa, laktosa, sukrosa, dan glukosa. Buah dan madu mengandung fruktosa, sedangkan susu memiliki laktosa. Glukosa adalah gula pati, yang juga dikenal sebagai gula darah. Gula pasir, gula meja atau gula putih (selanjutnya kita sebut gula) yang biasa kita tambahkan dalam makanan dan minuman adalah sukrosa murni, yang merupakan gabungan dua gula lain yang lebih sederhana: fruktosa dan glukosa. Bila Anda mencampurkan gula ke dalam minuman yang asam, misalnya jus lemon, maka sukrosa akan terurai menjadi dua komponen ini.

Sejarah gula

Gula merupakan makanan yang baru populer di abad pertengahan. Gula praktis tidak dikenal dalam peradaban klasik Mesir, Yunani dan Romawi. Orang Yunani (yang memiliki kata hampir untuk semua hal) bahkan tidak memiliki kata untuk gula. Orang Arab-lah yang menjadikan gula sebagai komoditi populer di dunia, yang kini menjadi kebutuhan pokok semua bangsa dengan produksi global melebihi 120 juta ton per tahun.
Selama revolusi pertanian muslim, pengusaha Arab mengadopsi teknik-teknik produksi gula dari India dan kemudian menyempurnakan dan mengubah gula menjadi industri skala besar. Orang-orang Arab mendirikan pabrik-pabrik dan perkebunan-perkebunan gula yang pertama dan mendistribusikannya sampai Eropa dan Afrika. Kata “sugar” dalam bahasa Inggris berasal dari kata Arab “sukkar”, yang berasal dari kata Sansekerta “sharkara”. Terjemahan gula dalam beberapa bahasa memiliki etimologi yang sama, misalnya, “azucar” dalam bahasa Spanyol, “sucre” di Perancis, “zucker” di Jerman, dan “seker” di Turki.

Bahan kimia yang tidak alami

Sedemikian dahsyatnya gula merasuki kehidupan kita, sebagian besar kita tidak menyadari bahwa gula adalah bahan kimia yang tidak alami. Tidak ada kristal seperti gula di alam. Gula adalah hasil pemurnian (refinasi) sari tebu atau bit setelah semua vitamin, mineral, protein, enzim dan nutrisi bermanfaat lainnya dibuang. Akibatnya, gula tidak mengandung aneka nutrisi dan serat yang terdapat pada karbohidrat lain yang lebih kompleks seperti biji-bijian, buah-buahan, dan sayuran.
Kelebihan gula diubah menjadi lemak oleh tubuh. Menurut American Heart Foundation, “gula menyumbang nol nutrisi, tetapi menambahkan banyak kalori yang dapat menyebabkan berat badan ekstra, atau bahkan obesitas, sehingga mengurangi kesehatan jantung.” Gula juga dapat menyebabkan masalah gigi. Residu gula di gigi yang tidak disikat dengan benar mendorong perkembangbiakan bakteri alami yang menghasilkan asam, sehingga gigi mudah berlubang. Selanjutnya, menurut sebagian ahli, gula secara perlahan menimbulkan kerusakan pankreas, kelenjar adrenal dan mengacaukan keseluruhan sistem endokrin. Gula menyebabkan fluktuasi besar dalam glukosa darah.
Oleh karena itu, ahli gizi selalu merekomendasikan agar tidak mengsonsumsi gula berlebihan. Sayangnya, anjuran ini tampaknya tidak banyak diindahkan. Konsumsi gula per kapita Indonesia sekarang mencapai 12 kg per tahun, dengan tren terus meningkat. Per kapita berarti setiap pria, wanita, anak-anak dan bayi Indonesia rata-rata mengonsumsi 1 kg gula sebulan. Sebagian orang mengonsumsi jauh di atas rata-rata, sebagian lainnya di bawah rata-rata.
Banyak orang kecanduan gula sehingga mengonsumsi gula melebihi yang mereka butuhkan. Kebanyakan orang juga tidak meremehkan asupan gula. Padahal, setiap 1 gram gula mengandung 4 kalori. Setangkup gula 20 gram akan langsung menambah 80 kalori ke tubuh Anda. Bahkan, tanpa kita sadari bayi-bayi kita juga sudah diajari untuk mencandu gula. Menurut sebuah penelitian oleh Universitas Calgary, lebih dari setengah dari semua produk makanan yang ditargetkan untuk balita dan bayi di Kanada memiliki terlalu banyak kalori yang berasal dari gula. Belum ada penelitian sejenis di Indonesia, namun kemungkinan hasilnya tidak banyak berbeda.

Konsumsi yang dianjurkan

Menurut American Heart Foundation, perempuan sebaiknya tidak mengonsumsi lebih dari 100 kalori tambahan dari gula per hari, dan laki-laki 150 kalori per hari. Artinya, tidak lebih dari 25 gram per hari untuk perempuan dan 37,5 gram untuk laki-laki. Jumlah itu sudah mencakup gula di minuman, makanan, kudapan, permen, cokelat dan semua yang Anda konsumsi hari itu.

0 Durian, Si Raja Buah yang Kontroversial


Tidak ada buah yang sedemikian disuka dan dibenci seperti durian. Bagi sebagian orang, durian adalah raja segala buah. Baunya harum dan rasanya lezat tiada duanya, membuat ketagihan. Bagi sebagian yang lain, bau durian dari jarak 5 meter pun sudah membuat mual. Apalagi memakan buahnya! Orang barat pada umumnya tidak menyukai bau durian yang menurut mereka “busuk seperti jamban”.
 
Durian (durio zibethinus) adalah buah asli Asia Tenggara, yang dibudidayakan dan tumbuh liar di hutan-hutan di Indonesia, Malaysia, Thailand dan Filipina. Durian adalah salah satu buah terbesar, yang beratnya bisa mencapai 1-4 kg dengan diameter 15-30 cm. Setiap buah durian biasanya memiliki 5 kompatemen. Daging buahnya berwarna kuning emas, dengan biji yang ukurannya bervariasi, tergantung spesiesnya. Pohon durian berbuah setelah berusia 4-5 tahun dan dapat tumbuh hingga ketinggian 50 meter. Durian adalah buah musiman dengan masa panen biasanya di akhir musim kemarau sampai awal musim hujan, bersamaan dengan masa panen buah lain seperti manggis, mangga dan rambutan.

Berbahaya bagi kesehatan?

Mengonsumsi durian dapat berbahaya bagi kesehatan. Ada banyak berita mengenai orang yang meninggal dunia setelah memakan durian. Kementerian Kesehatan Thailand bahkan pernah memperingatkan agar masyarakat Thailand tidak memakan durian lebih dari dua porsi per hari. Kandungan durian yang terutama perlu diwaspadai adalah kalorinya. Setiap 100 gram durian memiliki kalori sekitar 120-180 kalori. Satu durian dengan daging buah seberat 500 gram mengandung 600 – 900 kalori. Bila Anda memakan empat buah durian itu, maka tubuh Anda akan mendapatkan ledakan energi instan sebesar 2.400 -3.600 kalori, jauh melebihi kebutuhan harian rata-rata. Oleh karena itu, bila Anda memiliki kelebihan berat badan atau obesitas, menderita tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan diabetes, Anda harus berhati-hati bila mengonsumsi durian. Wanita hamil juga sebaiknya tidak memakan durian.
Kandungan sulfur (belerang) pada durian juga diketahui menghambat metabolisme alkohol. Mengonsumsi durian bersama dengan alkohol sangat berbahaya, bahkan bisa mengakibatkan kematian. Menurut penelitian, ekstrak durian menghambat aktivitas dehidrogenase aldehid, enzim yang membersihkan pecahan produk beracun, hingga 70 persen.
Beberapa orang percaya bahwa mengonsumsi durian bersama dengan kopi juga berbahaya. Namun, studi mengenai hal ini tampaknya belum ada sehingga belum diketahui kebenarannya.

Manfaat durian

Buah Durian (Durio zibethinus)
Nilai gizi per 100 g.
ZatNilai% AKG
Energi147 Kkal7%
Karbohidrat27,09 g21%
Protein1,47 g2,5%
Lemak5,33 g20%
Kolesterol0 mg0%
Serat Diet3,8 g10%
Vitamin
Folat36 mcg9%
Niasin1,074 mg7%
Asam Pantotenat0,230 mg4,5%
Piridoksin0,316 mg24%
Riboflavin0,200 mg15%
Thiamin0,374 mg31%
Vitamin A44 IU15%
Vitamin C19,7 mg33%
Elektrolit
Natrium2 mg0%
Kalium436 mg9,5%
Mineral
Kalsium6 mg0,6%
Tembaga0,207 mg23%
Besi0,43 mg5%
Magnesium30 mg7,5%
Mangan0,325 mg14%
Fosfor39 mg6%
Zinc0,28 mg2,5%
Fitokimia
Karoten-alfa6 mcg
Karoten-beta23 mcg
Lutein-zeaxanthin
Terlepas dari potensi bahayanya bila dikonsumsi berlebihan, durian sebenarnya memiliki banyak manfaat:
  • Buah durian lembut dan mudah dicerna. Gula sederhana seperti fruktosa dan sukrosa dan lemak sederhana pada durian dapat mengisi ulang energi dan merevitalisasi tubuh dengan cepat. Durian dapat digunakan sebagai makanan suplemen untuk anak-anak yang kekurangan berat badan. Berlawanan dengan pemahaman umum, lemak pada durian tidak mengandung kolesterol.
  • Durian kaya akan serat makanan, sehingga dapat melancarkan pencernaan. Kandungan serat membantu melindungi membran mukosa usus dengan mengurangi waktu paparan dan mengikat bahan kimia penyebab kanker usus besar.
  • Durian kaya akan vitamin. Kandungan vitamin C-nya yang tinggi bermanfaat sebagai antioksidan. Buah ini juga mengandung banyak vitamin B-kompleks, seperti niasin, riboflavin, asam pantotenat (vitamin B5), piridoksin (vitamin B6) dan thiamin (vitamin B1). Vitamin-vitamin ini adalah vitamin esensial yang tidak diproduksi oleh tubuh dan jarang ditemui pada buah-buahan lain.
  • Durian mengandung mineral seperti mangan, besi tembaga, dan magnesium. Mangan digunakan oleh tubuh sebagai kofaktor untuk enzim antioksidan dismutase superoksida. Tembaga dan besi dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah. Kalium bermanfaat untuk mengontrol detak jantung dan tekanan darah.
  • Durian mengandung asam amino triptofan (“pil tidur alami”), yang meringankan kecemasan, depresi, dan insomnia, dan menciptakan perasaan euforia, dengan meningkatkan kadar serotonin di otak.
  • Durian dapat meningkatkan gairah seksual (afrodisiak),  menurut kepercayaan banyak kalangan masyarakat di Asia.

Tips untuk Anda

Meskipun banyak manfaatnya, Anda sebaiknya tidak memakan durian secara berlebihan. Mengonsumsi 100 gram durian sudah cukup untuk memenuhi semua nutrisi yang Anda butuhkan. Untuk mencegah sakit perut setelah mengonsumsi durian, Anda dapat mengombinasikannya dengan buah manggis. Bila durian adalah “raja buah” maka manggis adalah “ratunya”. Zat tertentu pada manggis dapat mencegah sakit perut setelah mengonsumsi durian.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Tolis Tech Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates